Kamis, 03 September 2009

Kebakaran Hutan

12 komentar:

  1. Paktor mempengaruhi pembakaran hutan :
    1.Suhu dan kelembaban
    2.ketersediaan bahan bakar
    3.adanya sumber api

    BalasHapus
  2. Penanaman pohon setiap orang 1 pohon oleh Presiden RI adalah solusi mengurangi degradasi hutan,disamping itu mengurangi emisi carbon....semua orang bisa berkuntribusi terhadap perbaikan lingkungan dan pelestarian hutan.

    BalasHapus
  3. Dengan musim hujan kebakaran akan berkurang,tapi yg muncul adalah longsong,erosi,banjir ,jadi disini keseimbangan alam sdh terganggu........langkanya menanam pohon one man one three (satu orang menanam satu pohon)

    BalasHapus
  4. Lingkungan perlu diperbaiki, kalau tidak maka akan lebih banyak mengorbankan materi,pemukiman,nyawa juga penambahan suhu secara drastis oleh karena itu wajib menanam pohon yg berpungsi ganda mis : durian,nangka,kemiri,mangga ,rambutan sehingga bisa menambah pendapatan.

    BalasHapus
  5. Bagaimana komentar,tentang perubahan Fungsi hutan dari Taman Nasional Nani Wartabone seluas 14.000 ha menjadi hutan Produksi,apa melatar belakangi tentu dari semua pengalaman akan menjadi Guruh Besar,tentu pengkajian lebih dalam untuk menjadikan kawasan Tambang.Yang menjadi pertimbangan tentu,sosial ekonomi,lingkungan dan Konservasi tanah dan air .

    BalasHapus
  6. Taman Nasional yg beralih pungsi tentu sudah melalui pembahasan yg sangat panjang yg menelan biaya besar serta melibatkan para pakar lingkungan ,ekologi dan kehutanan tentu suatu refrensi yg baik yang sudah dilihat oleh anggota DPRI,apapun dampak suatu proyek tentu ada untung ruginya (+,-) semua pihak bisa menerima terutama masyarakat disekitar kawasan.

    BalasHapus
  7. Perubahan pungsi hutan produksi menjadi perkebunan akan mempercepat kerusakan hutan dan kepunahan satwa akibat dari semakin berkurangnya habitat, juga akan mempercepat erosi dan pemanasan global. Hal ini perlu mendapat perhatian yg serius untuk kelestarian hutan.

    BalasHapus
  8. Perhatian terhadap kelestarian hutan perlu mendapat perhatian semua pihak, sebelum semua pihak akan menerima resiko yg besar.ini tidak disadari tapi pastierjadi.Benjir ada dimana-mana bahkan sdh banyak korbannya apakah kita hanya diam dengan segala alibi pembearan prilaku kita sya kira tidak.Sekarang Jakarta diserang banjir apakah ini hanya peringatan atau kebetulan tentu tidak atau kesalahan manajemen selama ini atau kurang perdulian yg akan berakibat kpada kita semua.apakah sudah tepat kita katakan mala petaka.jadi mudah mencari pembenaran.Sehingga kita merasa tidak bersalah.

    BalasHapus
  9. Kerusakan hutan akan menimbulkan banyak masalah ,karena bukan hanya hutan rusak tapi keseimbangan lingkungan kususnya iklim baik itu iklim mikro dan makro.menyebabkan banjir yang membawah sedimen yang tidak sedikit bahkan bisa merusak pemukiman ,perkebunan bahkan berpengaruh terhadap kecepatan angin seperti melanda Pilipina.apa yang dilakukan adalah memperbanyak penanaman pesisir pantai kususnya manggrov serta pegunungan.sehingga kecepatan angin bisa diperlambat dengan adanya pepohonan.

    BalasHapus
  10. Resiko kebakaran hutan :
    1.merusak ekosistim hutan itu sendiri
    2.membuang gas ke udara dlm pembakaran tidak sempurna CO (carbon monoksida) ini lebih mudah diikat oleh haemoglobin dalam darah sehingga cepat pusing
    3.merusak ekosistim satwa
    4.mengurangi penyerapan CO2 dan berkurangnya oksigen O2 ke udara yg dibutuhkan manusia dan lainnya.
    5.berkurangnya ketersediaan air dalam tanah yang disimpan dalam sel2 tumbuhan.
    6.berkurangnya unsur hara dalam tanah karena berkurangnya pelapukan.
    7.dampak sosial terhadap masyarakat .
    8.menambah suhu secara global.

    BalasHapus
  11. Kebakaran sekitar hutan pendidikan Universitas Gorontalo: 1.tahun 2014 kebakaran hutan pendidikan pada tegakan Pinus merkusii seluas 0.5 ha.yg dipadamkan oleh masyarakat desa malahu.

    BalasHapus
  12. Hutan semakin rusak menyebabkan suhu ekstrim dibeberapa Negara,saya mau membangun sektor kehutanan khususnya pertanyakan tanaman pohon kehutanan dimulai dari perkotaan tapi Dana tidak ada
    Tidak ada penyumbang dana..Hutan perlu ditangani secara independen.

    BalasHapus